Custom Search

Download All Symbianware Softwares S60





Application Bundle | (5478 KB)


Content Download:

  1. Symbianware.AppMan.v1.0.4.S60.SymbianOS7.Incl.Keyg en_PV.zip
  2. Symbianware.Astronix.v1.1.S60.SymbianOS7.Incl.Keygen_PV.zip
  3. Symbianware.AutoExec.v1.1.S60.SymbianOS7.Incl.Keygen_PV.zip
  4. Symbianware.Black.List.v1.0.2.S60.SymbianOS7.Incl. Keygen_PV.zip
  5. Symbianware.Call.Cheater.v1.0.2.S60.SymbianOS7.Incl.Keygen_PV.zip
  6. Symbianware.Call.Recorder.v1.0.3.S60.SymbianOS7.Incl.Keygen_PV.zip
  7. Symbianware.eBible.v1.0.S60.SymbianOS7.Incl.Keygen _PV.part1.rar
  8. Symbianware.eBible.v1.0.S60.SymbianOS7.Incl.Keygen _PV.part2.rar
  9. Symbianware.eBible.v1.0.S60.SymbianOS7.Incl.Keygen _PV.part3.rar
  10. Symbianware.eBook.v1.0.3.S60.SymbianOS7.Incl.Keyge n_PV.zip
  11. Symbianware.FileMan.v1.0.3.S60.SymbianOS7.Incl.Key gen_PV.zip
  12. Symbianware.Full.Screen.Caller.v3.0.2.S60.SymbianO S7.Incl.Keygen_PV.zip
  13. Symbianware.Key.Locker.v1.0.3.S60.SymbianOS7.Incl. Keygen_PV.zip
  14. Symbianware.Lover.v1.0.S60.SymbianOS7.Incl.Keygen_ PV.zip
  15. Symbianware.Message.Storer.v1.0.2.S60.SymbianOS7.I ncl.Keygen_PV.zip
  16. Symbianware.Multi.Clipboard.v1.0.S60.SymbianOS7.In cl.Keygen_PV.zip
  17. Symbianware.Power.Ball.v1.0.S60.SymbianOS7.Incl.Ke ygen_PV.zip
  18. Symbianware.Power.Car.v1.0.4.S60.SymbianOS7.Incl.K eygen_PV.zip
  19. Symbianware.Power.Dictaphone.v1.0.4.S60.SymbianOS7 .Incl.Keygen_PV.zip
  20. Symbianware.Power.Lock.v1.0.6.S60.SymbianOS7.Incl. Keygen_PV.zip
  21. Symbianware.Power.Navigation.v2.0.3.S60.SymbianOS7 .Incl.Keygen_PV.zip
  22. Symbianware.Power.Notes.v1.0.1.S60.SymbianOS7.Incl .Keygen_PV.zip
  23. Symbianware.Power.Profiles.v1.2.S60.SymbianOS7.Inc l.Keygen_PV.zip
  24. Symbianware.Power.Torch.v1.0.1.S60.SymbianOS7.Incl .Keygen_PV.zip
  25. Symbianware.Smart.Answer.v2.0.4.S60.SymbianOS7.Inc l.Keygen_PV.zip
  26. Symbianware.Smart.Birthday.v1.0.3.S60.SymbianOS7.I ncl.Keygen_PV.zip
  27. Symbianware.Smart.Crypto.v1.0.S60.SymbianOS7.Incl. Keygen_PV.zip
  28. Symbianware.Smart.Launcher.v1.0.7.S60.SymbianOS7.I ncl.Keygen_PV.zip
  29. Symbianware.Smart.Profile.v1.0.6.S60.SymbianOS7.In cl.Keygen_PV.zip
  30. Symbianware.Smart.vCal.v1.0.1.S60.SymbianOS7.Incl. Keygen_PV.zip
  31. Symbianware.Smart.vCard.v1.0.1.S60.SymbianOS7.Incl .Keygen_PV.zip
  32. Symbianware.Smart.Viewer.v1.0.1.S60.SymbianOS7.Inc l.Keygen_PV.zip
  33. Symbianware.SMS.Machine.v1.0.2.S60.SymbianOS7.Incl .Keygen_PV.zip
  34. Symbianware.SMS.Reminder.v1.0.S60.SymbianOS7.Incl. Keygen_PV.zip
  35. Symbianware.SMS.Spam.Killer.v1.0.S60.SymbianOS7.In cl.Keygen_PV.zip
  36. Symbianware.Stacker.v1.0.1.S60.SymbianOS7.Incl.Key gen_PV.zip





Detektor Medan Magnet Dengan Hall Effect Sensor


Medan magnet atau sering dikatakan dengan magnetic field itu tidak dapat dirasakan oleh indra manusia. Detektor medan magnet tidaklah terlalu sukar untuk dibuat namun cukup memiliki kepekaan yang cukup baik.

Proyek untuk membuat detektor medan magnet ini tidak membutuhkan banyak komponen sehingga mudah dibuat dan tidak membutuhkan biaya yang banyak tetapi menghasilkan kepekaan yang baik. Detektor medan magnet di dalam proyek ini tidaklah dititikberatkan pada ketelitian pengukuran tetapi pada ada tidaknya medan magnet dalam radius sekitar 10 cm yang mempunyai kekutaan medan magnet konstan atau berubah dengan frekuensi yang tidak terlalu tinggi, sekitar sampai 20KHz.

Hall Effect Sensor

Hall effect sensor merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi medan magnet. Hall Effect sensor akan menghasilkan sebuah tegangan yang proporsional dengan kekuatan medan magnet yang diterima oleh sensor tersebut.

Pendeteksian perubahan kekuatan medan magnet cukup mudah dan tidak memerlukan apapun selain sebuah inductor yang bergunsi sebagai sensornya. Kelemahan dari detektor dengan menggunakan induktor adalah kekuatan medan magnet yang statis (kekuatan medan magnetnya tidak berubah) tidak dapat dideteksi.

Oleh sebab itu diperlukan cara yang lain untuk mendeteksinya yaitu dengan sensor yang dinamakan dengan ‘hall effect’ sensor. Sensor ini terdiri dari sebuah lapisan silikon yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.


Gambar 1
Hall Effect Sensor

Sensor hall effect ini hanya terdiri dari sebuah lapisan silikon dan dua buah elektroda pada masing-masing sisi silikon. Hal ini akan menghasilkan perbedaan tegangan pada outputnya ketika lapisan silikon ini dialiri oleh arus listrik. Tanpa adanya pengaruh dari medan magnet maka arus yang mengalir pada silikon tersebut akan tepat ditengah-tengah silikon dan menghasilkan tegangan yang sama antara elektrode sebelah kiri dan elektrode sebelah kanan sehingga menghasilkan tegangan beda tegangan 0 volt pada outputnya.

Ketika terdapat medan magnet mempengaruhi sensor ini maka arus yang mengalir akan berbelok mendekati/menjauhi sisi yang dipengaruhi oleh medan magnet. Ketika arus yang melalui lapisan silikon tersebut mendekati sisi silikon sebelah kiri maka terjadi ketidak seimbangan tegagan output dan hal ini akan menghasilkan sebuah beda tegangan di outputnya.

Semakin besar kekuatan medan magnet yang mempengaruhi sensor ini akan menyebabkan pembelokan arus di dalam lapisan silikon ini akan semakin besar dan semakin besar pula ketidakseimbangan tegangan antara kedua sisi lapisan silikon pada sensor. Semakin besar ketidakseimbangan tegangan ini akan menghasilkan beda tegangan yang semakin besar pada output sensor ini.

Arah pembelokan arah arus pada lapisan silikon ini dapat digunakan untuk mengetahui polaritas kutub medanhall effect sensor ini. Sensor hall effect ini dapat bekerja jika hanya salah satu sisi yang dipengaruhi oleh medan magnet. Jika kedua sisi silikon dipengaruhi oleh medan magnet maka arah arus tidak akan dipengaruhi oleh medan magnet itu. Oleh sebab itu jika kedua sisi silikon dipengaruhi oleh medan magnet yang mempengaruhi magnet maka tegangan outputnya tidak akan berubah.

Sensor yang digunakan di dalam proyek ini adalah sensor UGN3503U. Sensor ini akan menghasilkan tegangan yang proporsional dengan kekuatan medan magnet yang dideteksi oleh sesnor ini. Selain itu komponen ini dipilih karena relatif murah, mudah digunakan dan mempunyai performa yang cukup baik. Sensor UGN3503 ini mempunyai 3 pin antara lain :

Pin 1 : VCC, pin tegangan suplai

Pin 2 : GND, pin ground

Pin 3 : Vout, pin tegangan output.

Gambar 2
Pinout Hall Effect Sensor UGN3503U


Di dalam sensor ini sudah dibangun sebuah penguat yang memperkuat sinyal dari rangkaian sensor dan menghasilkan tegangan output ditengah-tengah tegangan suplai. Pada sensor ini jika mendapat pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub utara maka akan menghasilkan pengurangan pada tegangan output sebaliknya jika terdapat pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub selatan maka akan menghasilkan peningkatan tegangan pada outputnya. Sensor ini dapat merespon perubahan kekuatan medan magnet mulai kekuatan medan magnet yang statis maupun kekuatan medan magnet yang berubah-ubah dengan frekuensi sampai 20KHz.


Gambar 3
Blok Diagram Rangkaian Internal UGN3503U

Sensor hall effect UGN3503 ini mempunyai suplai tegangan yang cukup lebar yaitu mulai 4.5V sampai 6V dengan kepekaan perubahan kekuatan medan magnet sampai frekuensi 23KHz.

Cara Kerja Rangkaian

Inti dari sistem ini adalah sensor UGN3503U. Sensor ini akan menghasilkan tegangan output 3V jika tidak ada pengaruh medan magnet pada sensornya. Tegagnan output yang dihasilkan tidaklah cukup kuat sehingga masih diperlukan sebuah op amp yang digunakan untuk memperkuat perubahan sinyal dari sensor UGN3503U.

Untuk itu digunakan sebuah op amp yang mempunyai karakteristik ‘precision operational amplifier’. Salah satunya adalah OP77 atau TL071/TL081. Dasar pemilihan OP77 adalah op amp ini mampu berooperasi dengan menggunakan single supply tegangan yang cukup rendah yaitu 6 voltDC.

OP77 mempunyai gain yang cukup tinggi sekitar 100.000 pada struktur open loop. Pada rangkaian ini OP77 dikonfigurasikan sebagai inverting amplifier dengan gain ‘close loop’ sekitar 300 dengan pengaturan nilai resistor R7 dan R1. Nilai gain ini didapatkan dengan membagi nilai resistor R7 dengan nilai resistor R1. Tingginya gain akan meningkatkan sensitivitas alat in namun juga menyebabkan opamp semakin peka terhadap noise dan ‘drift’, pergeseran penguatan karena suhu atau tegangan offset yang tidak tepat.

OP77 akan memperkuat beda tegangan antara tegangan di resistor R1 dan tegangan pada pin non-inverting. Tegangan ini dapat diatur dengan mengatur resistansi pada potensiometer R2 sehingga menghasilkan pembagian tegangan yang diharapkan. Tegangan pada pin non inverting ini harus sama dengan tegangan output sensor UGN3503 ketika tidak ada pengaruh dari medan magnet.

Kapasitor C3 berfungsi untuk mem-blok arus DC yang akan masuk ke earphone karena dapat merusak earphone itu sendiri. Dengan adanya kapasitor ini maka sinyal AC yang berasal dari perubahan kekuatan medan magnet dengan frekuensi yang agak tinggi dapat didengarkan melalui earphone ini.


Gambar 4
Rangkaian Detektor Medan Magnett

Resistor R4 dan R5 ini akan membagi tegangan menjadi setengah dari tegangan suplai dan harus sama dengan tegangan output dari OP77 jika tidak ada pengaruh dari medan magnet. Sehingga dengan kondisi ini (tidak ada pengaruh dari medan magnet) akan meghasilkan pembacaan pada meter ‘0’.

VU meter yang digunakan adalah VU meter yang nilai 0-nya berada ditengah-tengah karena pada alat ini dimungkinkan untuk bergerak ke kiri atau ke kanan tergantung dari polaritas medan magnet. Sehingga ketika tidak ada pengaruh medan magnet maka tegangan antara pin VU(+) dan pin VU(-) akan ) volt sehingga VU meter tidak terjadi penyimpangan.

Penurunan tegangan output dari OP77 (sensor dipengaruhi medan magnet berpolaritas utara) akan menghasilkan beda tegangan dimana tegangan pada pin VU(-) akan lebih rendah daripada tegangan pada pin VU(+) sehingga terjadi aliran arus dari pin VU(+) ke pin VU(-). Dalam kondisi seperti ini akan terjadi penyimpangan jarum VU meter ke arah kanan. Pada kondisi sensor mendapatkan pengaruh dari medan magnet negatif maka simpangan jarumnya akan menyimpang ke arah kiri. Pemasangan polaritas VU meter akan menyebabkan arah simpangan akan terbalik pula.

Pada kondisi pembacaan yang baik dibutuhkan medan magnet yang cukup kuta. Semakin kuat medan magnet yang mempengaruhi sensor ini maka akan semakin besar pula simpangan jarum pada VU meter. Sesuai dengan rangkaian pada gambar 4, jika sensor dipengaruhi medan magnet negatif maka akan didapatkan pembacaan negatif (ke kiri) sedangkan jika sensor mendapatkan pengaruh dari medan magnet posistif maka akan didapatkan pembacaan pac\da VU meter posistif (ke arah kanan).

Nilai R4 dan R6 akan mempengaruhi besarnya arus maksimum yang boleh lewat ke VU meter sehingga dapat dkatakan nilai R4 dan R6 mengatur dari kondisi full scale pembacaan VU meter pada suatu kondisi tertentu.


Gambar 5
Rangkaian Lengkap Detektor Medan Magnet

Setting

Pada saat pertama kali dihidupkan simpangan jarum VU meter harus pada pembacaan ‘0’. Jika simpangan jarum VU meter tidak pada ‘0’ maka perlu pengaturan pada potensiometer R2. Untuk pengaturan pembacaan full scalenya, sensor didekatkan dengan sebuah magnet. Jika sudah dilakukan ternyata masih belum didapatkan simpangan penuh maka perlu dilakukan penggantian nilai R4 dan R6 menjadi lebih kecil menjadi 27KW sampai 30KW.

Ketika sensor diletakkan didekat kabel listrik maka pembacaan tidak akan menghasilkan simpangan tetapi ketika didengarkan melaluui earphone akan terdengar bunyi ‘hum’. Hal ini disebabkan karena medan magnet yang dihasilkan polaritasnya berganti-ganti dengan frekuensi sekitar 50Hz (frekuensi tegangan AC). Pengaruh medan magnet seperti ini tidak dapat direspon oleh VU meter karena terlalu cepat dan tegangan pada pin VU(+) dan pin VU(-) akan saling menghilangkan dengan cepat.


Data Download:

- Data Sheet UGN3503U




Oleh Susanto Wibisono Koselan

Grab From "alds.stts.edu" offline

Download Power Torch S60


Senter, pasti semua sudah tahu deh apa itu….

Kalau lampu mati, pasti pertama-tama kita mencari-cari benda ini. Senter sangat penting terutama dalam keadaan lampu mati atau kalau kita lagi cari kunci atau sesuatu di bawah kolong tempat tidur kita, he3.

“Nah, tapi kalau tidak ada senter, trus piye …? Ya, pakai lilin aja, tapi di rumah tidak ada lilin pak, belum beli. Ya sudah, pokoknya cepat ke depan, nyalakan saklar lampu PLN di depan.”, sekilas percakapan saya dengan paman saya waktu lampu mati.

Untung bawa HP, jadi HPku aku nyalakan buat menerangi jalan, kalau tidak nanti bisa nabrak pintu deh. Tapi rupanya setelah beberapa detik, nyala hpnya mati lagi gara2 dah settingan backlightnya begitu. Nah, buat backlightnya biar bisa jadi lampu senter, coba aplikasi ini. Walaupun aplikasi ini sangat sederhana, aplikasi ini sangat membantu juga. Juga terutama pada kamu yang takut akan lampu mati …..




Untuk Download Aplikasi Klik di sini


Alternative Download Torch N70

All Nokia MBUS Interface


Or Click Here For Download Picture


8850 MBUS Interface And Pin Outs






Sistem Interface Input/Output antara Sistem Digital dan Sistem Analog


Penggunaan komputer saat ini tidak lagi terbatas pada pengolahan dan manipulasi data saja tetapi sudah digunakan untuk mengkontrol berbagai peralatan seperti penghitung pulsa telepon, menyalakan/mematikan lampu secara otomatis, dan lain sebagainya. Dengan penggunaan komputer seperti yang telah disebutkan di atas maka seolah-olah komputer berperan sebagai manusia yang dapat diprogram untuk menjalankan apa yang dikehendaki oleh programmernya.

Antara sistem digital (sebagai pengontrol) dan sistem analog (sebagai peralatan yang dikontrol) harus terdapat suatu jembatan yang menghubungkan kedua sistem tersebut. Jembatan ini selanjutnya disebut sistem interface IO.

Jadi untuk sistem kontrol secara digital ini selalu terdiri dari 3 bagian yaitu : sistem digital, sistem interface IO dan sistem analog. Sistem digital merupakan sistem yang menjadi otak dari sistem secara keseluruhan. Sistem digital ini membaca kondisi dari sistem analog melalui sistem interface IO dan mengkontrol sistem analog melalui sistem interface IO.

Sistem kontrol secara digital ini menggantikan sistem kontrol manual yang menggunakan switch mekanik dan diatur secara manual pula. Selain itu dengan sistem kontrol secara digital ini, kondisi sistem analaog yang dikontrol dapat pula dimonitor keadaannya. Sistem analog merupakan bagian dari peralatan analog yang aktivitasnya dikontrol oleh sistem digitalnya melalui sistem interface IO. Sistem analog dapat berupa lampu bolam 220 volt, motor AC, bahkan sampai ke peralatan industri yang menggunakan arus besar.

Disini terlihat bahwa sistem interface IO sangat penting peranannya yaitu untuk menginterfacekan sistem digital yang hanya mengenal kondisi ‘H’, yang ekuivalen dengan tegangan 4.5 volt sampai 5 volt dan kondisi ‘L’ yang setara dengan tegangan dibawah 1.2 volt dengan sistem analog dengan tegangan 220 VAC dengan konsumsi arus yang paling tidak 1A ke atas.

Dari kondisi seperti di atas maka perlulah bagian digital dan bagian analog ini dilewatkan sistem interface yang secara elektronik terisolasi antar bagiannya. Teknik interface IO disini ada beberapa teknik dan tiap teknik tersebut mempunyai keistimewaan pada aplikasi tertentu.

Contoh Aplikasi

Dengan menggunakan sebuah PC diharapkan dapat mengkontrol 10 buah titik lampu yang menyala/mati pada jam-jam tertentu. Melalui sebuah PPI card (dengan menggunakan chip PPI 8255) dapat dikontrol 24 buah beban. Output PPI adalah TTL level sedangkan untuk lampu yang digunakan adalah lampu TL biasa. Untuk menginterfacekan antara PPI (sistem digital) dengan lampu (sistem analog) digunakan relay 5volt.

Contoh aplikasi ini adalah salah satu contoh penggunaan relay sebagai interafce antara sistem digital dan sistem analog.

Sistem Interface I/O

Sistem interface I/O yang paling baik adalah sistem interface dimana sistem digital dan sistem analognya terisolasi, terpisah. Biasanya digunakan relay atau optocoupler. Penggunaan relay lebih mudah namun lebih sering menimbulkan masalah karena relay dapat menghasilkan noise pada sistem digital pada saat relay berubahan keadaan. Selain itu penggunaan relay membutuhkan daya yang lebih besar jika dibandingkan dengan penggunaan optoisolator.

Sistem interface yang baik pada umumnya menggunakan optoisolator atau yang lebih dikenal dengan optocoupler sepert 4N31 atau 4N35. Dengan menggunakan optocoupler arus yang digunakan lebih sedikit paling tidak 10 mA -15 mA.


Gambar 1
Blok Diagram

Penggunaan optocoupler seperti 4N35 lebih disukai daripada penggunaan relay secara langsung.

Optoisolator

Optoisolator merupakan komponen yang digunakan sebagai komponen kontrol I/O untuk peralatan yang beroperasi dengan tegangan DC atau AC. Sebuah optocoupler terdiri dari GaAs LED dan phottransistor NPN yang terbuat dari silicon. Untuk rangkaian penggunaan optoisolator dapat dilihat pada gambar 3a dan 3b.

Pada gambar 3a. optoisolator mendapat input TTL berbentuk sinyal kotak sehingga outputnya juga berupa sinyal kotak namun level tegangan berubah menjadi 0-+24 volt.



Gambar 2
Optoisolator




Gambar 3
Penggunaan Optoisolator

Pada gambar 3b optoisolator digunakan pada input yang termodulasi dengan tegangan Vin terisolasi dengan Vout modulasi yang tegangan puncaknya +12V.

Faktor yang paling penting pada interface I/O terutama untuk beban yang menggunakan tegangan AC maka isolasi merupakan hal yang paing penting dan harus diperhatikan dalam disain. Sistem digital menggunakan level tegangan +5volt sedangkan beban menggunakan tegangan 220VAC. Perbedaan tegangan ini sudah cukup untuk menyebabkan sistem kontrol digital, PC misalnya, untuk rusak jika port pada komputer ini menerima tegangan imbas dari beban 220VAC.



Gambar 4
Aplikasi Optoisolator


Dengan skematik pada gambar 4, optoisolator mendapatkan tegangan 115VAC namun arusnya dilewat hanya 8mA dan arus sebesar ini sudah cukup untuk membuat phototransistor aktif dan logika yang diterima inverter menjadi ‘low’. Dengan rangkaian ini kita mendapatkan pulsa periodik dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi tegangan PLN 50/60Hz tetapi berbentuk pulsa kotak. Dengan adanya pulsa pada Pulse Out maka dapat dipastikan bahwa masih ada tegangan pada jaringan PLN sedangkan jika sudah tidak terdapat pulsa lagi maka dapat dipastikan tegangan jaringan PLN adalah 0 VAC.

Kerugian atau keburukan dari optocoupler adalah pada kecepatan switchingnya. Hal ini disebabkan karena efek dari area yang sensistif terhadap cahaya dan timbulnya efek kapasitansi pada ‘junction’-nya. Jika diperlukan kecepatan switching yang cukup tinggi maka optoisolator harus dikonfigurasikan sehingga yang digunakan adalah sebagai photodiode-nya seperti tampak pada gambar 5.


Gambar 5
Diode-Diode Optocoupler


Cara lain untuk melakukan isolasi antara rangkaian tegangan tinggi dengan rangkaian tegangan rendah adalah menggunakan relay. Kelemahan dari relay adalah harga sebuah relay dengan kapasitas arus yang besar cukup mahal, ukuran dimensi relay besar sehingga PCB yang digunakan semakin besar pula, menimbulkan sinyal noise, dan responnya lambat. Sedangkan dengan menggunakan optocoupler, ukurannya kecil sehingga ukuran PCBnya menjadi lebih kecil dan pada akhirnya perlatan tersebut menjadi kecil pula, kecepatan responnya lebih cepat.


Penggunaan Solid State Relay (SSR)

Pada pembahasan di atas, relay tetap dapat digunakan namun untuk saat ini lebih disukai penggunaan solid state relay karena ada dua pertimbangan yaitu efek noise yang ditimbulkan tidak terlalu besar dan harga solid state relay relatif lebih murah dari pada sebuah relay dengan kualitas yang sama.


Gambar 6
Rangkaian Ekuivalen Solid State Relay

Ada satu faktor lagi yang perlu diperhatikan untuk mengendalikan beban yang menggunakan tegangan AC. Yaitu pada masalah waktu aktivasinya. Karena tegangan untuk AC selalu berubah-ubah maka aktivasi pada solid state relay harus dilakukan pada saat tegangan AC pada saat mendekati nol volt. Tujuannya adalah untuk memperpanjang umur solid state itu sendiri karena jika aktivasi SSR ini pada saat tegangan AC nya berada pada tegangan 220VAC misalnya, maka akan timbul ‘surge current’ yang dapat menimbulkan arus yang sangat besar dan pada akhirnya menyebabkan solid state relay tersebut rusak.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas maka untuk penggunaaan solid state relay harus pula diserta dengan rangkaian zero crossing detector. Rangkaian zero crossing detector ini akan mendeteksi kapan tegangan VAC ini pada nilai nol volt. Dengan adanya pemberitahuan keadaan ini maka kapan aktivasi solid state relay dapat ditentukan dan solid state relay dapat bekerja dengan baik.


Gambar 7
Rangkaian Zero Crossing (Isolated)


Pada gambar 7 merupakan rangkaian zero crossing detector yang menggunakan sistem yang terisolasi dengan menggunakan transformer step down. Teknik ini paling aman digunakan namun biaya pembuatannya relatif lebih mahal karena masih menggunakan transformer.

Dengan adanya rangkaian sistem interface antara tegangan tinggi dan tegangan rendah maka diharapkan tidak terjadi rusaknya port mikrokontroller atau PC karena mendapat imbas tegangan tinggi dari aplikasi seperti motor AC.


Oleh Susanto w.k


Detektor Medan Magnet dengan menggunakan Fluxgate Magneto Meter

Sensor medan magnet memang jarang digunakan namun keberadaan perlatan ini tetap diperlukan. Beberapa sensor memang menghasilkan detektor medan yang baik namun sukar dalam konstruksinya. Untuk itu diperkenalkan sebuah sensor lain yang dikenal dengan ‘fluxgate magnetometer’.

Sensor fluxgate magnetometer ini merupakan sensor kuat medan magnet yang mengukur kuat-lemahnya medan magnet secara absolut. Konstruksi dan penggunaannya juga sangat sederhana, tidak seperti rangkaian detektor medan dengan teknik BFO (Beat Frequency Oscilator).

Rangkaian detektor medan magnet dengan menggunakan fluxgate magnetometer (FGM), yang selanjutnya disebut dengan fluxgate, sangat sederhana dan mudah dalam pengaplikasian dan konstruksinya. Selain itu alat ini berukuran kecil, mudah dibawa kemana-mana tanpa menampakkan bahwa alat ini adalah detektor medan magnet.


Gambar 1

Blok Diagram Detektor Medan Magnet dengan Menggunakan Fluxgate


Fluxgate Magnetometer

Komponen ini merupakan salah satu kompnen yang dapat mendeteksi kuat medan magnet selain komponen hall effect sensor. Pemakaian fluxgate sedikit berbeda dengan pemakaian pada hall effect sensor karena yang dioutputkan oleh komponen fluxgate adalah berupa pulsa-pulsa kotak 0 – 5volt dengan frekuensi tertentu yang berkaitan dengan polaritas dan kuat medan magnet yang diterima oleh fluxgate.

Dengan bentuk output seperti ini maka output fluxgate dapat langsung diumpankan pada gerbang logika (TTL) karena outputnya sudah pada level TTL. Teknik yang digunakan untuk mengalikasikan fluxgate hampir sama dengan teknik BFO. Frekuensi output untuk fluxgate pada kondisi normal (tanpa pengaruh medan magnet) adalah pada 64.736KHz. Sinyal dengan frekuensi ini harus diturunkan dulu menjadi sekitar 32.368KHz agar ketika dicampur dengan sinyal referensi akan terbentuk sinyal dengan frekuensi yang dapat didengarkan oleh indera penderngar manusia.

Untuk membagi 2 frekuensi output dari fluxgate digunakan komponen digital D flip-flop yaitu MC4013. Pada MC4013 ini terdiri dari dua buah D flip-flop dimana salah satunya digunakan sebagai mixer dari osilator yang dibentuk dari IC opamp U2, TL081. Frekuensi output sinyal osilator ini pada 32.768KHz diumpankan pada input clock2 D flip-flop. Konfigurasi ini secara tidak langsung membentuk rangkaian mixer secara digital.

Output dari Q2 merupakan level digital yang mempunyai variasi frekuensi cukup baik dan dapat di dengar perubahannya. Frekuensi output Q2 berkisar pada frekuensi 100Hz.


Gambar 2
Rangkaian Lengkap Detektor Medan Magnet

Resistor R3 berfungsi untuk menghasilkan negative feedback yang cukup kecil sedangkan R4 akan membatasi arus output opamp yang mengalir menuju kristal agar kristal bekerja pada daerah operasi yang baik.

Rangkaian R5 dan C6 akan membentuk sebuah LPF orde satu untuk menapis sinyal dengan frekuensi tinggi sebelum sinyal ini dikuatkan lagi untuk akhirnya diumpankan pada sebuah speaker. Kuat-lemahnya bunyi ditentukan oleh besar-kecilnya nilai resistor R6. Apabila volume suara masih kurang keras maka nilai resistor R6 dapat diturunkan sampai didapatkan volume suara yang dinginkan.

Selanjutnya rangkaian dioda D1, D2, C10 dan C12 akan membentuk sebuah rangakaian charge pump sederhana yang nantinya akan men-drive led. Rangkaian charge pump ini akan bekerja jika level output dari TL082 (U3) pada level yang cukup tinggi sehingga led akan tampak berkedip jika sensor mendapatkan medan magnet yang cukup kuat.

Pengaturan nilai R5 dan C6 yang merupakan LPF ini sangat berperan dalam penentuan waktu penyalaan led. Dengan kata lain led akan menyala setelah didapatkan medan magnet dengan kekuatan tertentu.

Semakin kuat medn magnet yang diukur oleh fluxgate maka semakin tinggi pula output frekuensinya sehingga pada akhirnya semakin tinggi pula frekuensi sinyal yang lewat pada rangkaian LPF tersebut. Sehingga nilai C6 dan R5 harus dibuat sedemikian rupa sehingga pada kuat medan magnet tertentu akan menyalakan led. Tetapi dengan nilai R5 dan C6 pada skematik sudah cukup untuk kondisi pada umumnya.

Secara keseluruhan rangkaian ini tidak jauh berbeda dengan detektor medan magnet sebelumnya namun disini, sensor yang digunakan mempunyai karakteristik yang berbeda dan menarik untuk dipelajari dan diaplikasikan. Selain itu konstruksi untuk sensornya tidak sulit, cukup dengan menyambungkan 3 buah kabel saja.

Download :

- Gambar Rangkaian Detektor Medan Magnet



Oleh Susanto Wibisono Koselan


Grab From "alds.stts.edu" offline

Download THQ Wireles Worm 2007



Combatible Devices J2me 128x160 :

LG C1200 C2200 C3300 C3310 C3320 F2250 F2400 F7250 F7250T G5400 G7050 G7100 L1100 S5200 L5100 P7200
Motorola E365
Nokia 6101 6111 6170 6650 6060 7270 7360 7600
Samsung E330 E350 E700 E710 E715 E800 E810 E820 P400 P500 P510 S100 V200 V20 X450 X460 X640
Siemens CL75 SF65
Sony Ericsson K500 K500i T610 T630 Z520i Z600 F500i

Combatible Devices J2me 240x320 :

Nokia 3250, 5500, E50, E60, E61, E70, N71, N73, N80, N91, N92, N93
Motorola A780 V1050 E1000 E1000 E1070
Panasonic VS2 VS3 VS6
Sharp 703 902 903 GX20 GX25 GX30 GX30i
Sony Ericsson P990i S700i W900i K800i
Samsung D600 A800 i300

Combatible Devices J2me 176x208 :

LG U8110 U8120 U8130 U8138 U8150 U8290 U8330 U8360 U8380 U880
Motorola E398 E550 E770v MPx200 MPx220 PEBL RAZR V3 ROKR E1 V360 V360v V500 V525 V545 V547 V550 V600 V620 V635 V80 V975 V980 V300
Panasonic X700
Samsung D410 D415 D500 E530 E720 E760 Z130 Z140 Z500 ZM60
Siemens SX1
Sony Ericsson K600i K608i K700i K750i V600i V800 W550i W600 W800i W810i Z1010 Z800i D750i
Nokia 3230 3250 3660 6260 6600 6630 6670 6680 6681 7610 7650 N70 N91




To Download Game Click Here



Download MicroPool 2007


Permainan Billiard Dengan Fiturs:

· US 8-ball, 9-ball, Killer and Speed games

· 1 player, 2 players and demo mode

· Fast performance

· photo-realistic graphics

· Precise physics

· Stunning sound effects

· Advanced artifical intelligence

· Easy learning curve

· 3 pool tables with different colors

· On-device help


Download Superminers.v1.07 s60



Super miners adalah game dengan pilihan 2 orang jagoan yang berusaha untuk mencari harta karun dengan melalui petualangan yang seru. Ada juga monster-monster bawah tanah yang berusaha meangkap kita saat dalam lubang penggalian dimana kita berusaha mencari jalan keluar ataupun saat berusaha menemukan letak harta karun yang tersembunyi itu. Game ini mempunyai fitur untuk online dan bluetooth, kalau tidak salah. Dan game ini sampai 100 level untuk kita selesaikan, sangat seru bukan.


Superminers | 0.79Mb


Download Here:
http://www.zshare.net/download/775387156a48


Bundle App For S60

10 Ball MicroPool v3.30
ETI-Camcorder-II-for-Nokia-6600-6620-3230-6670-7610
Fighters_3d[www.N-Symbian.com]
File Recovery-MMC
FullScreenCall.v1.0.SymbianOS.Cracked__3G365
HandyZip S60 SymbianOS inc Keygen
ISO-8859-1\'\'eti_camcoderii_v2.02_cracked_os7_8_smpda_857
Kaspersky.Anti.Virus.Mobile.V2.0.32b
MobiSystems.MSDict.Viewer.v4.00.S60.SymbianOS.Cracked-illusion
Need_For_Speed_UnderGround_3D
NetQin_Mobile[1].AntiVirus.v1.00.OS8
PhotoOptimizer
Quickword_cracked_towut2000
s60_iconwizard
S60_IconWizard_English_Patch
Scientific.Calculator.v1.00.S60.SymbianOS.Cracked-BiNPDA
Smartsym World Cup Mobile 2006 v1.01 S60 Retail UNPDA
spring
Strange world - winter
summer
ZipMan.v2.50.S60.SymbianOS.Cracked-BiNPDA


Bagian-Bagian Osiloskop


Gambar Osiloskop


Fungsi masing-masing chanel yaitu;

1. Volt atau div : Untuk mengeluarkan tegangan AC.

2. CH1 (Input X) : Untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur atau pembacaan posisi horisontal.

3. AC-DC : Untuk memilih besaran yang diukur.

4. Ground : Untuk memilih besaran yang diukur.

5. Posisi Y : Untuk mengatur posisi garis atau tampilan dilayar atas bawah.

6. Variabel : Untuk kalibrasi osciloskop.

7. Selektor pilih : Untuk memilih Chanel yang diperlukan untuk pengukuran.

8. Layar : Menampilkan bentuk gelombang.

9. Inten : Mengatur cerah atau tidaknya sinar pada layar Osiloskop.

10. Rotatin : Mengaur posisi garis pada layar.

11. Fokus : Menajamkan garis pada layar.

12. Position X : Mengatur posisi garis atau tampilan kiri dan kanan.

13. Sweep time/ div : Digunakan untuk mengatur waktu periode (T) dan Frekwensi ( f ).

14. Mode : untuk memilih mode yang ada.

15. Variabel : Untuk kalibrasi waktu periode dan frekwensi.

16. Level Menghentikan gerak tampilan layar.

17. Exi Trigger : Untuk trigger dari luar.

18. Power : untuk menghidupkan Osciloskop.

19. Cal 0,5 Vp-p : Kalibrasi awal sebelum Osciloskop digunakan.

20. Ground Osciloskop yang dihubungkan dengan ground yang diukur.

21. CH2 ( input Y ): Untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur atau pembacaan Vertikal.


Download Mobile Phone Unlocking AIO 2007


Ericsson

Sony

WinDCT4

DCT3

DCT4v201

Nokia

Ultimate

7110exp

Phoenix



For Download Click Here

Alternative Download Click Here

Or

Click This Link For Download

Rar Pass: BlackIDTEAM


KOMPUTER DALAM PENGUKURAN BESARAN – BESARAN LISTRIK

7.1 TUJUAN

Mahasiswa dapat menggunakan komputer untuk simulasi suatu rangkaian dalam pengukuran besaran – besaran listrik.

7.2 TEORI

Komputer merupakan alat elektronik yang mempunyai berbagai fungsi, yang salah satunya adalah sebagai alat hitung dan simulator.

Suatu rangkaian listrik tersusun dari berbagai komponen dan sambungan – sambungan antar komponen ( node ).

Pada percobaan ini akan diterapkan fungsi komputer menggunakan software berbasis SPICE pengukuran besaran listrik pada suatu rangkaian.

7.3 ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN

- 1 unit komputer

- Software ( Program EWB )

7.4 PROSEDUR PERCOBAAN

7.4.1 Pengukuran Arus dan Tegangan



Gambar 7.1 Pengukuran Arus


Gambar 7.2 Pengukuran Tegangan


a. Menggambar rangkaian seperti pada gambar 7.1 dan 7.2.

b. Memasukkan / SET parameter – parameter komponen yang diperlukan.

c. Memeriksa sambungan – sambungan antar komponen / node.

d. Mensimulasikan rangkaian untuk pengukuran tegangan dan arus dengan salah satu instrument yang tersedia pada software sesuai dengan petunjuk asisten.

7.1.1 Waktu Pengosongan


Gambar 7.3 Pengukuran Waktu Pengosongan Kapasitor


a. Menggambar rangkaian seperti pada gambar 7.3.

b. Memasukkan / SET parameter – parameter komponen yang diperlukan.

c. Memeriksa sambungan – sambungan antar komponen / node.

d. Mensimulasikan rangkaian untuk gejala transient dengan fasilitas software sesuai dengan petunjuk asisten.

e. Menggambar grafik simulasi yang telah diperoleh pada kertas milimeter.

f. Memasukkan hasil numerik pada tabel

7.1 TUGAS PERTANYAAN

Soal

1. Hitung nilai/harga tegangan dan arus pada masing-masing node rangkaian dari gambar 7.1 dan 7.2 secara matematis! (nilai komponen sesuai saat percobaan)

2. Jelaskan masing-masing fungsi pada panel oscilloscope?

3. Berikan kesimpulan pengukuran dengan simulator computer dibanding secara perhitungan matematis?