Custom Search

Transistor

Transistor tersusun atas gabungan bahan semi konduktor jenis P dan jenis N.

Karenaan semikonduktor maka transistor dapat berubah

sifatnya dari setengah penghantar menjadi bahan penghantar.

Transistor memiliki tiga titik penyambung, yaitu basis (B), emitor (E), dan

colektor (C).


Pemakaian tran
sistor disini digunakan sebagai suatu saklar. Adapun kerja transistor yang

berfungsi sebagai saklar ini, agar transistor dapat berfungsi sebagai saklar dengan baik, maka

denyut sudut (trigger pulse) perlu setinggi :

IB = Vb.0,6V/Rb

IC = Vcc/Rc

VB = IB.RB – 0,6 Volt

Keterangan rumus :

Vb = tegangan basis

Ic = Arus colektor

Ib = Arus basis

Rb = hambatan basis

selama denyut masukan pada dioda B.E terukur ada tegangan balik. Gambar berikut ini merupakan gambar grafik atau kurva dari transistor sebagai saklar.


Gambar 2.6 Kurva Transistor Sebagai Saklar

Kalau beban inductor bersifat induktif, maka diperlukan dioda, guna menghubungkan singkat tegangan induksi yang biasanya muncul disaat saklar dalam keadaan off, sehingga dapat menghindarkan kerusakan pada transistor.

Guna dapat mengaktifkan relay, maka diperlukan arus :

Irelay = Vcc/RRelay, dan

Ibe = Irelay/hFE

Keterangan :

Irelay = Arus relay

Ibe = Hambatan relay

I be = Arus basis emitor

hFE = Penguatan transistor


Syarat untuk mengerjakan transistor sebagai saklar adalah daerah kerja transistor harus pada daerah jenuh (saturasi) dan daerah sumbat (cut off). Transistor sebagai saklar mempunyai kondisi bergantian, yaitu kondisi tertutup pada saat saturasi dan kondisi terbuka pada saat cut off.



Gambar 2.7 Transistor Sebagai Saklar


Transistor NPN

Yaitu transistor dengan kebutuhan tegangan :

1. Colektor mendapat tegangan positif

2. Emitor mendapat tegangan ground/negatif dengan kata lain, colektor dan basis mendapat tegangan lebih positif terhadap emitor.

3. Colector mendapat tegangan lebih negatif terhadap basis.

Transistor PNP

Yaitu transistor dengan kebutuhan tegangan :

1. Emitor mendapat tegangan positif.

2. Colektor mendapat tegangan ground/negatif dengan kata lain, emitor dan basis mendapat tegangan lebih positif terhadap collector.

3. Emitor mendapat tegangan lebih negatif terhadap basis.


Gambar 2.2 Transistor NPN , dan Transistor PNP

Untuk mencari arus basis (IB) dalam keadaan saturasi dari rumus sebagai berikut :

IB. RB + VBE = VB

IB. RB= VB - VBE

Sehingga : Ib = (Vb -Vbe ) / Rb

Sedangkan arus colektor (Ic) dalam keadaan saturasi :

IC = Vcc / RC

(VB) untuk menyebabkan transistor jenuh (saturasi) jenuh (saturasi) maka tegangan pada basis setinggi :

VB IB . RB = 0,6 V

Karakteristik operasi tiap transistor yang menyatakan spesifikasinya tidak boleh dilampaui.

VCBO = Tegangan basis collector dengan emitor terbuka.

VCEO = Tegangan emitor collector dengan basis terbuka.

VEBO = Tegangan basis emitor dengan collector terbuka

Ptot = Total daya yang diperlukan oleh transistor.


0 comments:

Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).

Artikel yang serupa